Rinjani Trekking, Mei 2018 (2)

keep calm and camp on
Keep Calm and Camp On..

Setibanya kami di pos II tenda telah siap berdiri. Bapak-bapak Porter yang tiba lebih dulu dengan sigap menyiapkan tenda lalu selanjutnya bersiap untuk memasak makan malam. Sambil menunggu makan malam kami bersantai sejenak di Gazebo menikmati langit senja nan menawan. Saya mencoba mengabadikan keindahan senja dengan mengambil beberapa photo, tapi sayangnya hasilnya kurang bagus karena sudah menjelang gelap, saat ambil sedikit long-speed banyak pengunjung yang berlalu lalang di Gazebo sehingga blur. Gak mungkin juga untuk “ngusir” mereka khan? jadi lebih baik kita  lupakan photo dan cukuplah menikmati suasana sore ini dengan lensa mata.

Hawa angin dingin petang itu semakin terasa, saya segera masuk tenda dan bersih-bersih, berganti baju hangat agar tidak kedinginan. Selanjutnya menikmati makan malam yang telah disiapkan bapak porter. Setelah itu saya berniat untuk segera istirahat, tidur dan menyiapkan energi untuk trekking hari ke-2. Meski berusaha keras untuk bisa segera tidur, tapi nyatanya tak mudah buat saya untuk tidur saat masih cukup sore. Padahal malam sebelum berangkat saya terjaga semalam suntuk. Iya, salah satu ‘kebiasaan buruk’ saya, setiap kali akan melakukan perjalanan dengan pesawat pagi saya khawatir kalau esok pagi bangun kesiangan dan ketinggalan pesawat, sedangkan untuk tidur lebih awal juga tidak mudah, jadilah saya lebih sering begadang sebelum pergi. Namun demikian, tetap saja saya lebih suka memilih penerbangan pagi hari untuk menghindari potensi delay.

Continue reading “Rinjani Trekking, Mei 2018 (2)”

Rinjani Trekking, Mei 2018 (1)

DSCF2881
Puncak Rinjani. View dari jalur Sembalun

Berawal dari chit chat di grup sekitar bulan Oktober 2017, akhirnya tgl 5-9 Mei 2018 kemarin kami melakukan trekking ke Gunung Rinjani melalui Jalur Sembalun dan melintas ke jalur Senaru. Ya, rencana perjalanan kami hampir selalu begitu, banyak trip yang awalnya berasal dari obrolan yang ga jelas kemudian ada satu dua yang nenanggapi dengan serius dan bisa direalisasikan.

Setiap kali mendengar nama Rinjani yang terbayang adalah pemandangan indah sepanjang perjalanan dan puncak gunung yang menakjubkan dengan view Danau Segara Anak dan Gunung BaruJari.  Karena keindahan yang terbayang tersebut,  dalam hati saya pernah terlintas kalau suatu saat ingin bisa  menikmati keindahan gn Rinjani, sepertinya seru, apalagi ada banyak trip operator yang menawarkan trip Rinjani ‘premium’, ada guide, porter dll yang siap membantu. Kita hanya perlu menyiapkan dana dan berjalan.  Meski demikian saya tetap realistis dan melupakan keinginan tersebut karena rasanya ga mungkin. Bagaimana saya bisa bertahan dan menikmati perjalanan di gunung selama 4-5 hari. Panas, ga bisa mandi, ga ada HP dll dll.

Hingga suatu hari,  30 April 2016 saat iseng ikut trekking ke Gunung Munara kami bertemu Opa Siswojo Suwandi, sesama peserta trip yang menceritakan tentang pengalamannya merayakan ulang tahun ke 75 di Gunung Rinjani, menunjukkan photo-photonya selama perjalanan dan memberikan link beberapa video tentang perjalanan ke Rinjani. Woowww…semuanya indah dan sangat mengagumkan. Terlebih lagi karena si Opa berusia 75 tahun. Dalam hati saya berpikir kalau Opa yang 75 tahun saja bisa berarti trekk-nya masih OK dan mestinya saya juga bisa dong.

Continue reading “Rinjani Trekking, Mei 2018 (1)”

Nepal Trip, 23-29 Des 2017 (4)

Trekking Day 3 : Ghorepani-Poonhill

Dengan bantuan cahaya flashlight HP kami menyusuri tangga bebatuan menuju puncak poon-hill. Langkah awal saat suhu tubuh masih dingin selalu terasa jauh lebih berat. Setiap 5 sampai 10 langkah saya berhenti untuk mengatur napas sebelum kembali melanjutkan langkah. Sekitar 2 jam kemudian kami tiba di visitor area puncak Poon-hill 3.210 masl dengan disambut angin dingin yang menerpa. Lega sekali ketika tiba di puncak dan melihat di sisi kiri visitor area terdapat kios yang menyediakan minuman panas. Pengunjung dapat menikmati teh, kopi atau air putih panas. Beruntung saya menyimpan jahe merah instant di ransel kamera sehingga saya bisa menikmati hangatnya wedang jahe di puncak poon-hill, lumayan bisa menghangatkan badan. sambil menikmati hangatnya wedang jahe, saya segera memasang tripod dan mencari posisi untuk memotret sunsrise dari poon-hill.

Pemandangan dari puncak poon-hill sungguh luar biasa mengagumkan. Tidak sia-sia menempuh perjalanan sejauh ini, sebanding dengan keindahan yang tersaji di depan mata.

This slideshow requires JavaScript.

Continue reading “Nepal Trip, 23-29 Des 2017 (4)”

Nepal Trip, 23-29 Des 2017 (3)

Nepal Trip, 23-29 Des 2017

before sunset view
Before-sunset. View from Lodge’s backyard at Ghorepani

Ulleri-Ghorepani

Setelah sarapan, jam 08.00 kami segera bersiap untuk melanjutkan perjalanan. Pagi itu matahari bersinar sangat cerah. Terlihat beberapa trekker sudah mulai melanjutkan perjalanan. Namun adapula yang masih bercengkerama di lodge-lodge sekitar dan menikmati sarapan. Selain para pengunjung, aktivitas warga juga mulai terlihat. Kuda pengangkut logistik sudah sampai di sekitar penginapan. Pedagang menyerahkan pesanan dari para pelanggannya. Satu-satunya sarana pengangkutan di sini adalah kuda. Selain manusia tentunya. Tidak ada kendaraan lain yang bisa melewati jalan menuju desa-desa di kawasan ini.

IMG_8001

Jalur sejak keluar dari penginapan didominasi tangga batu yang terus menanjak. Di awal perjalanan kali ini saya sebentar-sebentar berhenti untuk mengatur napas. Hiking selalu terasa lebih berat di awal perjalanan. Masih tahap pemanasan. Apalagi jika di awal perjalanan sudah langsung nanjak. Saya bersyukur bahwa kemarin sudah mencicil langkah setidaknya 2 jam perjalanan. Jika kami jadi menginap di Tikedhunga, perjalanan hari ini akan jauh lebih panjang. Tentunya lebih berat. Saat keluar dari penginapan hawa dingin masih sangat terasa. Saya berjalan mengenakan layering lengkap dengan jaket down dan sarung tangan. Setelah berjalan sekitar satu jam suhu tubuh sudah mulai memanas, sinar mataharipun semakin menghangatkan. Saatnya melepas jaket dan menyimpannya ke dalam backpack.

IMG_8002

Continue reading “Nepal Trip, 23-29 Des 2017 (3)”

Nepal Trip, 23-29 Des 2017 (2)

Nepal Trip, 23-29 Des 2017

Mt. Annapurna_Ulleri
Penampakan Mt. Annapurna dari penginapan di Ulleri

Pokhara-Nayapul

Senin 25 Des 2017. Sesuai jadwal, pagi ini kami akan menuju Nayapul dan selanjutnya mulai trekking hari pertama. Sekitar jam 03.00 dini hari saya sudah bangun dan bersiap-siap. Inginnya mandi air panas tapi sayangnya kran air panas yang saya putar tetap saja mengeluarkan air dingin. Mungkin karena masih sangat pagi pemanas air belum dinyalakan. Meski cukup dingin saya tetap mandi karena hari ini saya akan ada di luar seharian penuh dan belum tentu bisa mandi. Selesai beberes dan repack barang yang tidak terpakai yang akan dititipkan di hotel saya melanjutkan pekerjaan yang kemarin belum selesai. Jam 06.30 saya turun ke lobby hotel dan menunggu sarapan. Sambil menunggu sarapan saya masih melanjutkan pekerjaan dengan harapan bisa saya kirim sebelum jam 07.00. Tapi daripada terburu-buru, setelah Rajan datang saya minta supaya berangkat ke Nayapul sekitar jam 08.00 saja. Dan dia setuju. Ini salah satu enaknya pergi sendiri, jadwal bisa lebih flexible.

Selesai sarapan serta mengirim email pekerjaan kami segera keluar naik taxi yang telah menunggu di depan hotel dan melanjutkan perjalanan menuju Nayapul. Perjalanan dari Pokhara menuju Nayapul ditempuh dalam waktu sekitar 1,5 jam. Sepanjang jalur banyak ruas jalan yang rusak, ada beberapa titik bekas longsor, ada yang sedang dalam pembangunan/perbaikan. Jalanan naik-turun kelok-kelok dengan pemandangan hijau perbukitan, khas daerah pegunungan. Tiba di Nayapul, taxi berhenti di depan warung yang juga menyediakan fasilitas toilet. Rajan melengkapi TIMS dengan menempel pasphoto saya. Di sini saya membeli air mineral ukuran 1 liter untuk bekal di perjalanan.

Continue reading “Nepal Trip, 23-29 Des 2017 (2)”

Mencari Restoran Halal di Pokhara, Nepal

Mencari Restoran Halal di Pokhara, Nepal.

Sebagai seorang muslim, salah satu yang harus dipertimbangkan ketika bepergian ke negeri di mana kaum muslim minoritas adalah mengenai makanan halal. Saya akan berusaha memilih yang jelas kehalalannya, misal ada label halal atau yang berjualan seorang muslim. Jika tidak menemukan, biasanya akan memilih vegetarian menu atau ikan.

Sebelum perjalanan ke Nepal kemarin saya sempat googling sekilas dan menemukan di blog ada yang menginformasikan tentang restoran halal di sekitar Phewa Lake. Namanya Lazeez restaurant. Cuman saya ga sempat mencari tau lebih lanjut di mana alamat lengkap dan nomor teleponnya. Saya pikir nanti setelah di Pokhara bisa googling lagi.

Hari pertama tiba di Pokhara, sore hari sebelum makan malam saya sudah tanya ke guide mengenai lokasi restoran tersebut dengan asumsi travel agent lokal mungkin punya daftarnya dan tau lokasinya. Yang jelas saya maunya makan malam di resto tersebut.

Googling, ketemu alamatnya, mengikuti maps dan muter-muter, juga tanya ke beberapa orang ga ketemu juga. Kendala juga paket data kami (saya dan Raj, guide) sama-sama ga aktif jadi ga bisa menggunakan direction google maps maupun waze. Setelah beberapa kali tanya orang, ditunjukkan ada halal resto arah sana bla bla. Setelah mengikuti petunjuk dan saya perhatikan tulisan berbagai resto, ketemu juga tulisan “Pokhara Halal Food Land”, nama restoran yang dimaksud oleh pemberi info terakhir. Alhamdulillah, bisa menikmati makan malam lezat dengan tenang. Seporsi Nasi Biryani Ayam jadi pilihan saya sementara Raj memilih Chiken Dal. Makanan di restoran ini cukup lezat, cocok buat lidah saya. Porsi juga cukup mengenyangkan. Harga, standart restoran.

This slideshow requires JavaScript.

Continue reading “Mencari Restoran Halal di Pokhara, Nepal”

Nepal Trip, 23-29 Des 2017 (1)

Nepal Trip, 23-29 Des 2017

Pingin kemana

Di antara sekian banyak negara yang ingin saya kunjungi setelah mempunyai passport beberapa tahun yang lalu, tidak pernah ada nama Nepal dalam daftar destinasi. Ada banyak negara/kota yang sering menjadi bahasan suatu saat ingin dikunjungi, meskipun sampai saat ini belum terealisasi juga. Misalnya Hongkong. Mungkin sejak awal punya passport sekitar th 2009 saya sudah berencana untuk travelling ke Hongkong juga ke negara-negara ASEAN yang bebas visa. Suatu waktu saya sudah mencari berbagai informasi, menyusun rencana perjalanan dan sudah akan memesan tiket ke Hongkong, tapi selalu maju mundur. Saat itu, setiap kali akan memesan tiket untuk travelling ke LN, saya seperti diingatkan bahwa cap yang sangat saya inginkan ada di dalam passport saya adalah stempel Visa Umroh dan/atau Haji. Alhamdulillah keinginan tersebut dapat terealisasi beberapa tahun kemudian. Visa umroh pertama kali saya peroleh setelah passport berumur 3,5 tahun lebih pada bulan Juni 2012.

Catatan perjalanan ke luar negeri lainnya, sekedar bisnis trip dan short trip ke Singapore. Pernah sih berencana untuk jalan-jalan ke Kuala Lumpur, tiket sudah di tangan tapi akhirnya gagal pergi juga. Pernah juga ingin ikut trip ke Turki bareng mba Asmanadia, sudah bayar DP ke pihak travel, tapi ternyata acaranya berubah, jadi saya cancel. Pingin ke Jepang, Korea atau ke negara-negara Asean selain Singapore sejak sekian tahun lalu tapi hingga saat ini masih sebatas keinginan. Pernah ke Bangkok ikut TripbarengCK bulan Februari 2013. Lalu Sekitar Oktober 2016 saya sempat membaca beberapa tulisan di Trekroute.com. Ada banyak info tentang Nepal di sana. Sejak saat itu, saya mulai memasukkan Nepal dalam daftar destinasi yang ingin saya kunjungi. Sepertinya menarik. Continue reading “Nepal Trip, 23-29 Des 2017 (1)”